Pemilihan Kemasan untuk Produk Perikanan

13 Oktober 2012, 10:16, dibaca 2242 kali
Share |

Kemasan sebagai bahan pelindung dan pembatas terhadap lingkungan dapat membantu melindungi mutu produk selama distribusi, menambah ketertarikan konsumen terhadap produk (tampilan fisik), dan mempermudah pemberian informasi mengenai produk. Kemasan yang langsung berhubungan dengan produk disebut sebagai kemasan primer.
Ada berbagai jenis kemasan yaitu dari kertas (termasuk karton), plastik, metal seperti aluminium atau stainless steel, komposit (campuran), dan foil berupa lapisan tipis baik dari metal seperti aluminium atau plastik. Dari berbagai jenis kemasan tersebut plastik semakin mendominasi karena dapat dibentuk dalam berbagai ukuran dan bentuk sesuai kebutuhan, ringan, kuat sekaligus fleksibel.

Kemasan primer untuk produk ikan ditentukan oleh jenis produk yang hendak dikemas. Kemasan untuk ikan curah berbeda dengan ikan di tingkat eceran. Untuk ikan segar curah, kemasan berupa wadah yang terbuat dari plastik Polyetilen (HDPE) densitas tinggi memberikan berbagai kemudahan yaitu kuat sekaligus ringan, mudah dibersihkan dan tahan terhadap bahan-bahan kimia. HDPE dapat dipakai untuk mengemas beragam bobot ikan beserta es untuk pendingin untuk jarak distribusi yang cukup jauh. Untuk ikan bentuk fillet yang dikemas dalam wadah PE, harus disusun dengan tumpukan tipis dan diberi pembatas plastik. Kemasan dari plastik polystiren sulit dibersihkan dan dipakai ulang, sedangkan stirofoam memiliki kelemahan tidak kuat dan mudah pecah.

Untuk produk ikan segar, beku, maupun olahan di tingkat eceran, beragam jenis kemasan dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan mempertahankan kesegaran, menunjukkan tampilan raga produk yang berkualitas, mudah dibawa oleh pembeli, dan mudah diberi label.

Plastik shrink adalah plastik yang dikemaskan pada produk ikan seperti ikan asap atau lainnya, yang kemudian ketika dipanaskan akan mengkerut dan melekat di produk sesuai bentuk aslinya. Kemasan ini menghasilkan pula kemasan vakum. Jenis film plastik yang sesuai untuk tingkat eceran ini yaitu PE densitas rendah, PE densitas linier, PE Terephtalate (PET). Plastik polistiren kurang cocok karena masih tembus gas/udara sehingga harus dilapisi lagi dengan film yang kedap udara. Komposit dari kertas/karton yang dilapisi PE atau aluminium foil (disertai adanya bagian tembus pandang untuk visualisasi) dapat pula dipakai untuk kemasan produk segar atau beku yang lebih banyak.

 

sumber



Komentar:

25 Juli 2013, 18:30
Shaving Cream Snow:
kartini stood up for the empowerment of the students when all other activities to bring up a change in the siciety . this read was a great news and the article on her really was interesting for me. i liked the way she has brought up her life to this level.

31 Mei 2013, 09:32
neta:
boleh kan minta dijelaskan mengapa dan bagaimana plastik dapat/bisa mempertahankan kesegaran ikan lebih lama?? terima kasaih

Send Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion